![]() |
| Pantai Banyutowo, Salah Satu Pantai yang ada di Kabupaten Pati |
Senja itu, Si udin duduk termangu di tepian. Perlahan ia pandangi lautan
lepas yang entah berapa liter air bermukim di sana. Ia rasakan kedamaian,
anugerah Tuhan yang begitu menawan. Tak ada keraguan dalam hatinya bila Tuhan
memanglah sosok yang sangat istimewa. Di lautan, Tuhan letakkan ikan-ikan yang
setiap hari dijamah oleh umatnya. Di lautan pula berbagai ekosisitem lain turut
serta hidup melengkapi keindahan ciptaannya. Tapi di tengah keindahan-keindahan itu ternyata
lautan juga menjadi monster yang menakutkan. Sang ombak bisa saja menerkam
setiap kali ada kesempatan. Salah satu korbannya adalah beberapa tambak milik
warga sekitar. Tambak yang dulu nampak tenang dan menjadi penopang pencaharian
warga itu, perlahan-perlahan kian karam. Kokohnya tanggul sudah tak mampu jadi
sandaran. Lambat laun ia harus merelakan tambaknya dijajah karna tak kuat lagi
menahan dentuman ombak yang semakin tajam. Menyaksikan kenyataan itu, perlahan Si
udin menghela nafas panjang. “ahhh alam terkadang memang menggelikan. Entah siapa
yang salah, tapi ulah manusia jelas tak dapat terpisah“ gumamnya.
Waktu menunjukkan pukul 04.30 WIB. Si udin
terbangun dari lelapnya malam yang ia rasakan terasa mencekam. Entah kebetulan
atau hanya terbawa perasaan, semalam ia bermimpi didatangi seekor naga yang
sangat besar. Naga itu terus meraung dan memporak-porandakan apa yang ada
disekitar. Rumah, hotel, pabrik, pertokoan, tak luput dari amukannya. Semua hancur,
bahkan hampir tak tersisa. Melihat keganasan sang naga, udin pun memberanikan
diri untuk menanyainya. “Hey Naga, apa yang salah dari desaku? Mengapa kau
hancurkan semuanya? Sebenarnya apa yang kau inginkan?“ Tanya Udin dengan gemetar.
“Hahaha aku adalah ombak yang dibuat oleh mereka. Mereka telah membangunkanku
dari tidur panjangku. Mereka ciptakan asap pabrik, kendaraan, membakar hutan,
menebangi pohon, membuang sampah sembarangan, hingga membuat bumi ini panas
yang akhirnya gunung es di kutub pun ikut mencair. Cairnya gunung es ini
membuat lautan kian sesak, dan aku butuh lahan untuk meciptakan lautan baru,
Hahaha“ jawab naga dengan tertawa bangga.
Seketika setelah mimpi itu Udin pun terbangun. Ia
mencoba meyakinkan dirinya bahwa apa yang baru ia saksikan tadi hanya sebuah
mimpi. Bunga tidur yang setiap orang pasti pernah mengalaminya. Tak ada yang
perlu dirisaukan. Tak ada yang perlu digelisahkan. Karena toh ternyata kamar
yang ia tempati juga masih kokoh berdiri. Udin pun mulai berusaha melupakan
mimpinya sembari merancang kegiatan hari itu. Oh iya ternyata ia berencana
untuk mengunjungi salah satu kerabatnya yang ada di Tuban Jawa Timur. Setelah habis Shalat Subuh, ia langsung
bergegas keluar dari kamar, dan mempersiapkan segala sesuatunya. Pagi itupun
Udin langsung menyalakan motor bututnya. Ia memang lebih suka perjalanan pagi hari
jika berkunjung ke Tuban. Karna baginya di pagi hari masih belum banyak kendaraan
yang lalu lalang. Udaranya juga masih segar, “perjalanan ini pasti akan terasa sangat
syahdu“ fikirnya dengan setengah tersenyum.
Memang benar. Perjalanan pagi itu memang terasa nyaman. Udin bebas
berekspresi sesuka hati karna jalanan masih sepi. Udaranyapun terasa
sepoi-sepoi. Tak terasa ia sudah sampai di Kabupaten sebelah. Tepatnya Kabupaten
Rembang. Tapi sesampai di Kabupaten yang mempunyai slogan Rembang Bangkit itu,
Udin mulai merasa gelisah. «kelihatannya ada yang kurang beres dari wilayah ini »
batinnya. Benar saja,
setelah mengamati sekitar ia merasa jika lautan semakin mendekat ke jalan. “perasaan
dulu waktu diajak orangtua saat kecil, saya tak pernah lihat lautan di
sepanjang jalan ini. Tapi kini lautan sangat jelas terlihat di sepanjang jalan“.
Selain melihat pemandangan tersebut, ia pun menyaksikan suatu wilayah yang mana
beberapa bangunannya telah ditinggal penghuni. Halaman belakangnya mulai
longsor terkena abrasi. Temboknya retak-retak, hingga membuat tempat itu seakan
mati. Apakah ini yang dimaksud sang Naga semalam? Gejolak batin Udin mulai
menyembulkan sebuah pertanyaan.
Bersambung...............

Tidak ada komentar:
Posting Komentar